Menggapai Cahaya - Home
Shared via AddThis
Senin, 28 September 2009
Minggu, 31 Agustus 2008
MARHABAN YAA RAMADHAN
Marhaban yaa Ramadhan. Selamat Datang Bulan yang penuh Rahmah dan berkah. Bulan diberikan pahala berlimpah. Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan tahun ini bersua dengan Ramadhan. Moga kita bisa memaksimalkan Ramadhan kita, menmgisinya dengan banyak melakukan amal ibadah.
Sabtu, 16 Agustus 2008
Be Proactive

Be Proactive
Proaktif. Ni kata yang mungkin sekarang tidak asing lagi dikatakan oleh banyak orang. Di dalam bukunya Seven habits of highly effective people, Steven Covey menjelaskan sifat pertama yang dimiliki orang yang paling efektif ini. Aku tidak bermaksud mengulas buku ini. Aku cuman mau sedikit mengomentari tentang sifat atau sikap ini.
Yang menarik dari sifat ini adalah kemampuan seseorang untuk berjalan dengan keinginan dia tanpa terpengaruh sedikitpun dengan keadaan atau perilaku orang lain terhadapnya. Kemampuan untuk tetap ‘istiqomah’ dengan jalan hidup yang telah dipilihnya.
Sering dalam hidup, kita suka menyalahkan keadaan dan atau perilaku orang lain terhadap kita sehingga kita jadi begini, gagal atau menderita. Keadaan atau orang lain di luar diri kitalah yang paling mudah kita jadikan kambing hitam kegagalan dan penderitaan kita. Dan..... kita adalah orang suci yang tidak bersalah atas kegagalan dan penderitaan itu. Kita adalah korban yang pantas untuk dikasihani.......dan jangan pernah disalahkan. Begitulah terjadi berkali dalam hidup kita pembelaan diri, apologi, dan penunjukan kita terhadap siapa yang bersalah dalam hal ini. Akibatnya....... kita menjadi orang yang tidak pernah bisa bertangguing jawab atas segala derita dan kegagalan tersebut. Ketidakberhasilan dan ketidakbahagiaan kita adalah karena kita diperlakukan tidak adil oleh orang lain.
Demikianlah yang terjadi pada seorang wanita yang merasa menderita seumur hidupnya karena perlakuan seseorang terhadapnya. Ketika itu Covey memberikan ceramah dan wanita ini hadir. Cover mengatakan bahwa “tidak ada yang bisa menyakiti kita kalau kita tidak mau disakiti”. Bagai mendapat pencerahan apa, wanita ini tersadar bahwa selama ini dia menderita karena menerima begitu saja perlakuan orang tersebut dengan sedih, marah, menderita dsb. Ternyata sikap kita atas perlakuan orang lain bisa kita pilih, antara sedih dan marah atau sebailknya biasa-biasa saja atau bahkan dengan senyum dan tawa.
Kamis, 07 Agustus 2008
Rabu, 23 Juli 2008
Sabtu, 12 Juli 2008
Bersama Anak-anak
Langgan:
Entri (Atom)








